Search

PERANGKAT DESA

GUAR BUDAYA DESA JATI

Julang-Ngapak-1

GUAR BUDAYA (Rumah Adat Sunda Yang Penuh Makna)

Desa Jati-Budaya atau Kebudayaan sering kita dengar terlebih yang berhubungan dengan suatu daerah seperti halnya di daratan sunda pada umumnya hususnya di Desa Jati yang namanya budaya itu ada dan ada yang pernah ada salah satunya Rumah Adat Sunda.

Berbicara tentang rumah adat sunda untuk sebagian orang mungkin tidak asing tapi untuk sebagian lagi hususnya generasi muda atau yang tinggal di kota tidak sedikit yang tidak tahu.

Ada macam macam rumah has suku sunda seperti Julang Ngapak (Burung julang yang mau terang), Jogo Anjing (Anjing duduk), Badak Heuay (Badak yang sedang nguap), Capit Gunting (Gunting terbuka), Parahu nangkub (Perahu Terbalik), Jolopong, dalam Bahasa Sunda ada jolopong da jelepeng ini memiliki arti yang berbeda, jolopong seseorang yang tidur tengkurep seperti “Si Komar sarena ngajolopong” (Si Komar tidurnya tengkurep), “Si Umar sarena ngajelepeng” (Si Umar tidurnya terlentang).

Berikut Desain Rumah Adat Sunda Julang Ngapak dan Filosofinya

Seperti yang sudah dibahas di atas asal penamaan Julang Ngapak, Julang adalah burung julang sedangkan Ngapak itu artinya mengepak jadi kalau diartikan dalam bahas Indonesia Julang Ngapak adalah Burung Julang ang sedang mengepakan sayapnya.

Burung Julang kalau terbang pasti akan melihat kebawah maksudnya kemanapun kita pergi, setinggi apapun jabatan kita tong poho lemah cai “Jangan lupa tempat kelahiran” Red, makanya di sunda ada istilah “Bengkung Ngarung Bonkok Ngaronyok” Bengku artinya bongkok melambangkan orang tua sedangkan ngariung artinya berkumpul ngaronyokpun artinya berkumpul tapi skalanya lebing banya melibatkan anak cucu.

Ungkapan Bengkung Ngariung Bongkok Ngaronyok maksudnya adalah orang sunda harus terus menjalin silaturahmi jangan berhenti berkomunikasi, banyak belajar dari pengalaman para orang tua.

Dalam membangun rumah biasanya suka dimulai dengan Do’a bersama dan ada petuah dari sesepuh “Mun Panjang Tong Dipotong, Mun Pondok Tong Disambung” (Kalau panjang jangan dipotong kalau pendek jangan disambung) red. Maksudnya dalam dalam membangun Rumah Tangga harus bisa bisa menerima ketentuan yang maha kuasa.

Rumah Panggung

Rumah adat sunda adalah panggung maknanya “Hirupteh Kudu Sineger Tengah” maksudnya hidup itu harus ditengah tengah-tengan karena setiap manusia ada sisi baik dan sisi jeleknya, kalau kita cinta jangan terlalu cinta kalau kita benci jangan terlalu benci, agar kita bisa objetif dalam mengambil keputusan. (Bersambung) By Marnos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Media Desa